Beli Motor KTM CBU Dapat Surat Apa Aja

Bismillah, Ada nilai tersendiri tatkala kita membeli motor baru yang dibuat di luar atau CBU (Completely Built Up) yaitu bersiap-siaplah untuk merogoh kocek lebih dalam untuk pajaknya, surat-surat yang cukup lama dan ketersediaan spare parts, tentunya ini bukanlah suatu penghalang karena memang itulah sebuah resiko dari sebuah pilihan, itu semua akan terbayar dengan pride (yang positip), yaitu motor yang kita pakai tidak serupa dengan yang berseliweran di jalanan namun ada tantangan tersendiri dan tuntutan creativitas dari pengguna. Kali ini lesehan.xyz akan mencoba sedikit share mengenai surat-surat motor CBU karena ini yang lebih krusial, jangan sampe kita beli motor yang keren tapi bodong, makanya kita lengkapi surat-suratnya biar bisa memberikan sesuatu untuk negara kita minimal pajak.

Seperti di sebutkan di atas, persyaratan mendatangkan motor CBU cukup banyak dan rumit seperti jalan yang berliku namun tetep jangan hawatir in sya Allah ada ujungnya, makanya pada saat kita beli motor CBU nunggu surat-surat tersebut cukup lama memakan waktu dan membutuhkan kesabaran. Sedikit cerita tentang kelengkapan surat-surat motor CBU, berikut sedikit sharing tentang surat-surat yang harus diterima saat membeli motor CBU secara off the road:

Ada empat jenis surat penting dan dua surat pelengkap, empat surat penting itu adalah:

  1. Kwitansi pembelian (Lunas)
  2. NIK / VIN (Nomor Identifikasi kendaraan)
  3. Faktur Motor
  4. Form A

Berikut masing-masing surat tersebut;

  1. Kwitansi pembelian (Lunas)

Kwitansi mungkin seperti hal yang sepele, namun surat ini menjadi bukti atas akad jual beli, dari penjual kepada pembeli, logikanya adalah dari mana motor ini didapatkan, isi dari kwitansi ini adalah PEMBELI, JENIS BARANG YANG DI JUAL dan HARGA JUAL plus di tandatangani resmi oleh pihak penjual.

2. No identifikasi Kendaraan

NIK ini adalah keterangan barang yang kita beli yaitu mendeskripsikan spesifikasi kendaraan, type dan kelayakan barang tersebut atau dengan istilah lain yaitu data sheet dari barang tersebut, isi dari NIK ini adalah:

a. VIN Number (Vehicle Identification Number) atau bisa disebut juga dengan nomor rangka (dan istilah ini yang familiar di kita), adapun cara baca nomor rangka ini umumnya hampir sama, sedangkan untuk motor KTM contoh dengan no rangka VBKJYC404GC058855 cara bacanya adalah: VBK menunjukan motor dari Austria MD2 dari India, JY menunjukan type motor yaitu RC, sedangkan C menunjukan Power/BHP yaitu sekitar  24.65Bhp, sedangkan angka 4 didepan C menunjukan 4 tak, angka 0 didepan 4 pertama menunjukan motor export, angka 4 didepan nomenunjukan random produksi, sedangkan huruf G menandakan tahun pembuatan dimulai dari A yaitu tahun 2010 sedangkan G adalah 2016, huruf C selanjutnya adalah pabrik perakitan yaitu dikota Chakan di India, angka 1 menunjukan kapasitas mesin dan lima angka berikutnya 58855 adalah nomor progresif, itulah makna dari nomor yang tertera pada rangka.

b. Mark/ Description adalah menunjukan nama dari motor tersebut secara document, untuk RC itu kodenya adalah KR sedangkan motor Duke adalah KD 2 digit selanjutnya menunjukan CC atau kapasitas mesin, misal KR 20 MT artinya KTM RC 200cc Manual Transmission.

c. CC Rating adalah cc actual mesin tersebut karen RC200 actual cc nya adalah 199.

d. Basic Colour merupakan keterangan warna dominan pada motor tersebut, biasanya berdasarkan warna fairing bukan pada warna rangka atau velg.

e. Condition menunjukan keterangan motor ini CBU atau CKD (complete knock-down).

f. T.P.T Number adalah Tanda Pendaftaran Tipe Kendaraan Bermotor Kementerian Perindustrian yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi.

g. Test Approval menunjukan hasil test pada kendaran tersebut atau disebut dengan hasil uji tipe kendaraan bermotor  yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan  Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, artinya Nomor Indentifikasi Kendaran (NIK) ini akan valid jika sudah melakukan pengujian pada type kendaraan tersebut sehingga NIK ini bisa dikeluarkan oleh Pabrikan/ATPM, pada process inilah yang cukup memakan waktu, karena harus melalui process ini walaupun pabrikan/ATPM yang mengeluarkan NIK. Contoh disini NIK sudah tersertifikat dengan nomor SK.5129/AJ.402/DRJD/2016.

3. Faktur Motor

Faktur, yang tertera selain  specification yaitu adanya harga jual, yang dimaksud harga jual disini adalah harga jual dari pabrik/ATPM ke dealer yang berkaitan dengan biaya produksi (mungkin ini perlu ada tambahan dari pembaca yang lebih paham..), keterangan faktur meliputi:

  1. No Faktur dan tanggal di terbitkannya
  2. Identitas pemilik, yang seharusnya adalah sama dengan KTP yang akan didaftarkan untuk STNK dan BPKB
  3. Identitas kendaraan adalah specification dari kendaraan kita seperti yang disebutkan di atas, hanya saja pada bagian ini ditambahkan harga dari motor tersebut
  4. Data dokumen pendukung, disinilah bagian yang menarik dari sebuah faktur, karena pada keterangan ini disebutkan diantaranya; Formulir A/B dengan nomor FA-000178/WBC.10/KPP.MP.01/SM/2016 ini adalah nomor dari FORM A dikeluarkan oleh Kementrian Keuangan Republik Indonesia (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) yaitu tentang Surat Keterangan Tentang Pemasukan Kendaraan Bermotor sedangkan PIB adalah Pemberitahuan Import Barang yaitu surat yang menunjukan dilakukan import barang dimana isisnya adalah data penjual, pembeli/importir dan tempat pengiriman adapaun dengan nomor 115485 adalah nomor pendaftaran PIB, selanjutnya nomor atau PIB ini digunakan untuk pengesahan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang atau disingkat SPPB. SUT adalah Sertifikat Uji Tipe seperti yang telah disebutkan di atas bahwa SUT ini merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan  Direktorat Jenderal Perhubungan Darat adapun nomor ini   SK.5129/AJ.402/DRJD/2016. merupakan nomor surat keputusan. SRUT adalah Sertifikat Registrasi Uji Tipe dengan nomor SRUT/432/2017/01/03284, Cukup panjang bukan makanya kita harus melebarkan kesabaran karena process nya memang panjang, jangan tanya kenapa harus ada masing-masing surat itu, karena itu nanti ranah pembahasaannya di tempat selanjutnya.

Dari process yang cukup panjang tadi barulah yang namanya Faktur ini bisa dikeluarkan oleh Pabrikan/ATPM.

 

4. Form A

ini adalah bagian dari registrasi untuk mendapatkan Faktur, dan bukti sah bahwa barang tersebut telah dimasukan sebagai kendaraan bermotor.

Form AJika surat-surat ini telah didapatkan pada saat membeli motor KTM CBU off the road maka selanjutnya adalah process pendaftaran untuk mendapatkan STNK dan BPKB, ada satu yang menarik dari surat-surat yang ngejelimet ini… terbesit dalam hati kalo motor aja harus ada surat jalan, sertification uji, dan telah Bayar pajak…. Bagaimana dengan manusia! Apakah seorang manusia hanya diciptakan tanpa ada tujuan apapun sehingga tidak perlu ada layak uji, tentu yakin tidaklah seperti itu, seorang manusia diciptakan melainkan untuk mentauhidkan/ meng-Esakan yang maha Haliq tidak menduakan Dia dengan sesuatu apapun, jika motor yang sangat sederhana saja di uji, sangat tentu apalagi manusia sangat layak di uji untuk mendapatkan sertification keimanan, dengan diberikan kekurangan atau malah diberi kelebihan, sehingga melekat stempel keimanan dalam dada-dada manusia dan layaklah manusia disebut sebagai manusia yang sempurna dengan akalnya dan tauhid nya kepada Rab semesta alam, mereka yang telah lolos dan melakukan layak uji jalan yang sangat panjang, akan duduk diantara dipan-dipan dimana dibawahnya mengalir sungai yang airnya seputih air Susu dan semanis Madu, ada khamr yang tidak memabukan, ditambah lagi dengan keindahan dan kelezatan 70 bidadari, sungguh nikmat yang luar biasa, dari sebuah uji kelayakan, maka selanjutnya adalah tawakal agar STNK cepat keluar dengan cara mendaftarkannya.

Sebelum lesehan.xyz mendaftarkan unit ini untuk STNK dan BPKB, coba kita estimate dulu cost yang perlu disiapkan untuk pembuatan STNK, sebagai catatan bahwa ada perubahan biaya dari tahun 2016, berikut sedikit perubahan dan perhitungannya:

Penerbitan STNK baru = Rp 100.000
Pengesahan STNK = Rp25.000
Penerbitan TNKB = Rp 60.000
Penerbitan STCK = Rp 25.000
Penerbitan BPKB = Rp 225.000

  • Biaya Penerbitan STNK baru= Rp100.000
  • Biaya untuk BBN KB: 10% x Rp27.000.000= Rp 2.700.000
  • SWDKLLJ= Rp35.000

Total Rp 2.835.000

Jika biaya PKB misalnya untuk daerah jakarta adalah 1.5 % (perkiraan aja) berarti, misal harga jual motor RC200 adalah Rp 30.000.000 maka (Rp 30.000.000 x 1) x 1.5% = Rp. 450.000 mm… Sepertinya totalnya kita harus menyiapkan sekitar Rp 3.285.000, cukup lumayan terjangkau untuk ukuran motor CBU, tapi ini masih sekedar terawang dan harapan…, nanti actualnya setelah pendaftaran.

Sedikit cerita semoga bisa bermanfaat bagi yang akan membeli motor KTM dan yang sedang nunggu surat-surat kelengkapan yang beli motor off the road, pantau terus cerita selanjutnya dengan cara berlangganan artikel lesehan.xyz.

4 comments

      1. Oh offtheroad toh. Emg fakturny ud keluar. Tmn2 ane kok yg  beli offtheroad blm keluar fakturnya, pdhl pembelian okt 2016.

        1. Sepertinya faktur dari pembelian off the road yang dibagikan per batch, jika pembeliannya bulan october seharusnya sudah dikirimkan, sebaiknya segera hubungi salesnya, atau langsung contact dealernya, semua surat-surat itu dari Penta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *