Komunitas Motor KTM RC dan Duke

Bismillah, berkumpul dan berkelompok merupakan suatu fitrah manusia sebagai makhluk sosial maka hal yang wajar jika kita berkomunitas. Bayangkan jika kita sendiri walapun semuanya terpenuhi maka yang ada adalah hampa, namun “kelompok” adalah pewarnaan cita rasa dan kebersamaan untuk mendapatkan keharmonisan, maka setiap anggota kelompok akan di tuntut untuk saling mengerti dan bukan ingin dimengerti, karena pada dasarnya setiap orang itu akan berbeda maka itulah letak seni berkelompok, “dengan cara mengorbankan sebagian kecil dari ego untuk mewarnai kelompok sehingga tercipta keharmonisan”.

Menurut wikipedia sendiri, dinamika berkelompok adalah “suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami”.

Itulah sedikit pembuka tentang artikel kali ini yaitu Komunitas KTM Duke dan RC yang saling menjalin komunikasi antar komunitas, dimana artikel sebelumnya adalah tentang motor itu sendiri seperti seperti; Macam-Macam Knalpot Untuk KTM Duke dan RC, Testimoni Setelah 1 Bulan Pemakaian KTM RC200 dan artikel lainnya, untuk kali ini lesehan.xyz mencoba untuk bercerita sedikit tentang komunitas Motor KTM Duke dan RC di Indonesia.

Sebelumnya lesehan.xyz mencoba menerawang perbedaan antara komunitas dan club motor, salah satu komunitas R25 dengan initial HRL yang menunggangi motor ini,                                                                           

menyampaikan bahwa “Kalo komunitas didirikan hanya untuk penyaluran hobi semata tidak ada aturan yang memanage anggotanya”  sedangkan kalo club semisal club dengan tingkat nasional adalah “kalo club ternaungi dalam organisasi yang sama dalam skala nasional” , ada juga club yang dinaungi dalam organisasi skala regional yang bisa kita sebut sebagai club independent. Kita ketahui salah satu pabrikan motor yaitu Yamaha yang mengeluarkan R25 sendiri memiliki beberapa club diantaranya, YROI, YARRCI dan YRSOF, dan beliau HRL menyampaikan juga bahwa “club bukan ajang cari bisnis” ungkap salah seorang penggiat komunitas motor independent ini.

Lain HRL lain halnya dengan seorang pengguna Motor CBR CBU menyampaikan ke lesehan.xyz bahwa karena keterbatasan waktu dengan kerjaan pengguna CBR ini lebih memilih komunitas di tempat kerja, supaya ga terikat dan lebih bebas.

Sedangkan untuk komunitas motor orange ini setelah di telisik ternyata Komunitas motor KTM RC dan Duke cukup banyak, artinya lebih dari dua namun sebelumnya kita bedakan dulu antara komunitas dan sebuah club motor dengan bentuk formalnya seperti adanya aturan resmi dan keanggotaan. Komunitas motor KTM khususnya Motor Duke dan RC sendiri ada beberapa, namun yang disebutkan disini hanya diantaranya seperti:

  1. INDOC (Indonesian Duke Owner Community)
  2. The Dukes (Bandung)
  3. DROC

Dari ketiga komunitas di atas sebenarnya masih ada komunitas lainnya yang secara tidak langsung sudah berkomunitas, karena seperti disebutkan di atas bahwa prinsip komunitas adalah berkelompok untuk menciptakan keselarasan dan kebersamaan, maka tak dipungkiri lagi bahwa suatu group WA yang isinya adalah rider-rider yang sejalan dan adanya kebersamaan maka itu juga komunitas.

sedangkan club motor sendiri, jika dilihat penalarannya di indonesia maka sifatnya sudah lebih formal, karena didalamnya ada aturan untuk berkumpul, dimana aturan ini dibuat sesuai dengan cara pandang tujuan dari kelompok itu sendiri, terutama menjaga kebersamaan itu yang utama, yaitu membangun suatu kelompok berdasarkan kekeluargan yang artinya prinsip-prinsip itulah yang di kedepankan, dengan menciptakan persaudaran sama rasa sama cipta.

Berikut lesehan.xyz mencoba memaparkan beberapa komunitas yang disebutkan di atas:

1. INDOC (Indonesian Duke Owner Community)

INDOC merupakan komunitas KTM yang sudah cukup lama, bila dilihat perkembangannya komunitas ini sudah berjalan 4 tahun, berdiri dan ditetapkan pada tanggal 2 Feb 2013, sesuatu banget (Keren) untuk komunitas motor KTM yang baru-baru ini lagi populer. Salah satu member INDOC dengan inisial TYO menyampaikan bahwa “INDOC itu adalah komunitas independent, semua yang ada didalamnya family banget dan royal dalam arti positif seneng-seneng bareng”, lanjut member INDOC dengan inisial TYO ini menyampaikan dengan penuh well come “Kita (INDOC) ga terikat ATPM mas… jadi ya susah seneng sama-sama, dari mulai dandan motor sampai benerin ya sama-sama… usaha sendiri”

Menyenangkan bukan, ada persaudaraan yang terjalin di antara komunitas, susah dan seneng sama-sama, karena pastilah ada susahnya ga mungkin seneng terus saat kita kumpul bareng, karena dengen susah itu berarti level persaudaraan kita sedang di uji.

tak sampai disitu member INDOC yang ramah ini mengatakan bahwa, prinsip-prinsip yang dikedepankan dalam membangun komunitas adalah:

  1. Toleransi serta menghargai satu sama lain (ini yang utama, berkelompok tu saling menjaga dan menghargai satu sama lain)
  2. Bisa seneng bareng
  3. Ga formalitas artinya well come bagi siapapun

Tergambar sekali dari foto di bawah yang di ambil pada salah satu kegiatan INDOC bagaimana keharmonisan yang tercipta di komunitas INDOC.

Suasana lagi touring, sangat menyenangkan membangun kekeluargan dalam satu komunitas, ngumpul bareng dan rehat sejenak untuk refreshing…

dan asiknya touring sambil menikmati pemandangan dan menjalin chemistry.

2. The Dukes

Sekarang kita beralih ke kota kembang, yups…. ternyata dikota ini dan sekitarnya ada komunitas KTM Duke yang sudah eksis cukup lama, ya… The Dukes adalah komunitas untuk motor KTM Duke yang sudah berjalan sekitar 5 tahunan, cukup lama bukan.. salah satu pendiri The Dukes dengan inisial WHY memaparkan bahwa “The Dukes berdiri 4 tahun silam, dulu kita berdiri sama-sama doyan motor off road terus ketemu KTM Duke yang bisa di pake dua alam jadi pada beli” dan ternyata anggota The Duke tidak terbilang sedikit, alias cukup banyak sekitar 256 member The Dukes, dimana tersebar di beberapa daerah jawa barat diantaranya Sumedang, Indramayu, Cirebon, Garut sampai Ciamis dan Tasik, dan luar biasanya lagi, WOW…. destinasi touringya ga sembarangan, seperti ke Jogja, Semarang, Bromo dan ujung pulau Sumatra yaitu Aceh, sangat jauh bukan,,, cukup sulit untuk melakukan perjalanan yang jauh tanpa modal setiakawan.

Setelah bincang-bincang yang cukup panjang tentang aktifitas The Dukes, sempat melontarkan pertanyaan perihal The Dukes sebagai sebuah komunitas independent atau di bawah dealer, kemudian The Dukes WHY mengatakan bahwa The Dukes “Berdiri sendiri tidak di bawah payung dealer”, ini tujuannya tak lain adalah agar komunitas ini tetap independent sehingga memiliki hak penuh terhadap aktivitas di komunitas The Dukes dan memang sangat luar biasa, chemistery perjalanan yang dibangun The Dukes cukup lama sehingga menambah kesolidan sesama anggota.

foto yang di atas ini adalah saat dimana The Dukes lagi pada kumpul

dan ini adalah sebagian dari The Dukes saat acara Anniversary.

3. DROC

PRM sebuah inisial dari salah satu anggota DROC yang ramah dan juga salah satu pendiri DROC, PRM mengatakan bahwa awal mulanya DROC adalah kumpulan anak kaskus yaitu “awalnya ada thread yang membahas KTM Duke & RC250 di kaskus, kemudian pas ada GIIAS 2016 beberapa member kaskus mulai spk”  hal ini terus berlanjut sampai Thread yang cukup panjang sampai akhirnya ada ide untuk membuat Group WA. Seiring waktu berjalan pula dan member terus bertambah munculah ide untuk menamai komunitas ini dengan nama DROC (Duke RC Owner Community) sesuai namanya karena membernya memang terdiri dari Duke dan RC owner. PRM juka sempat menyampaikan bahwa komunitas ini bukanlah buatan dari APM melainkan inisiatif dari para buyer untuk menjalin komunikasi supaya lebih lancar. Memang aktifitas DROC saat ini sebatas kumpul bareng touring dan share perihal motor masing-masing, namun jika dilihat lebih dalam ternyata banyak dari member DROC yang sudah memodifikasi tunggangannya yang sangat luar biasa melalui komunikasi dalam komunitas ini.

Sempat diskusi apakah kedepannya DROC berencana menjadi sebuah club motor dengan sebuah organisasi yang resmi, salah satu member DROC yang ramah ini PRM mengatakan “sampai saat ini belum ada arah kesana, karena ada kehawatiran perpecahan jika di buat club”, mungkin itu karena suatu club sifatnya resmi seperti disebutkan di atas, sehingga DROC lebih mengedepankan kebahagian saat berkomunitas.

Foto di bawah adalah saat kumpul bareng DROC

(foto-foto diatas berasal dari WA DROC)

sebenarnya masih ada komunitas-komunitas lainnya, baik itu yang sudah establish mapun yang tergabung dalam group WA, karena memang hal ini pun bisa dilakukan oleh dealer masing-masing supaya informasi tersampaikan dengan cepat, termasuk keluhan dan masukan juga bisa cepat tertangani.

Bagi sobat-sobat semua yang akang meminang kuda besi, tidak salahnya jika kita berkomunitas karena memang hal ini ada manfaatnya diantaranya:

  1. Dapat berbagi masalah dan solusi sesama pengguna
  2. Dapat mengikuti informasi secara up to date
  3. Menambah teman terlebih lagi jika komunitas tersebut “Setia Kawan”
  4. Bisa membeli Parts secara bersama-sama
  5. Touring bersama komunitas

namun dari beberapa manfaat di atas, sebaiknya memilih komunitas atau ikut club motor yang menjunjung nilai-nilai persaudaran dan persahabatan seperti halnya dengan komunitas-komunitas yang disebutkan datas, hal tersebut tentu karena tujuan kita cari komunitas adalah mendapatkan tempat yang nyaman juga yang sesuai dengan pewarnaan kita, karena seseorang akan berkelompok pada tempat yang nyaman sesuai dengan karakter masing-masing dan itu menciptakan kesamaan dalam kelompok tersebut, sehingga sebaiknya:

  1. Pilihlah komunitas yang nyaman dalam arti kata komunitas tersebut menjunjung nilai-nilai kekeluargaan, pengertian dan toleransi.
  2. Bergabunglah dengan komunitas yang bisa terjangkau, artinya memang kita bisa ngumpul bareng, bisa share bareng secara nyata, karena hal ini akan memudahkan kita untuk berinteraksi.

Sebenarnya adalah hal yang wajar  jika komunitas itu banyak beragam ataupun sedikit, point pentingnya adalah bagaimana menyatukan kebersamaan untuk menunjang tunggangan dan minat, sehingga terjalin komunikasi yang baik antar komunitas, kadang perlu juga adanya wadah yang memfasilitasi hal ini, yaitu suatu wadah yang dibutuhkan semisal club atau mungkin cukup dengan komunitas yang ada untuk menampung keluhan dan mendukung aktivitas pengguna, sehingga pada point inilah sebenarnya yang perlu kita bangun bersama-sama walapun berbeda komunitas.

Ada satu yang belum terbayang.. Bagaimana jika komunitas-kumunitas motor KTM Duke dan RC yang sudah ada ini dinaungi secara official dengan catatan didukung penuh oleh dealer/ATPM, mungkin akan banyak manfaat bagi penunggangnya seperti temuan-temuan kerusakan dan keluhan akan cepat tertangani, hal ini tidak hanya bermanfaat bagi komunitas tapi juga sangat menguntungkan bagi ATPM karena komunitas bagian promosi yang paling produktif, yaitu brand image semakin valuable melalui citra yang positif, promosi secara tidak langsung juga masukan untuk improvement dari pengguna, namun sekali lagi hal ini kembali kepada ATPM dan komunitas masing-masing.

Demikian singkat cerita untuk kali ini, nantikan artikel-artikel lainnya tentang KTM, mungkin ada dari sobat-sobat semua yang ingin menambahkan ceritanya di kolom Commnet?

One comment

  1. Assalamualaikum

    Salam satu aspal
    Ijin share unek2 aja..perkembangan otomotive khususnya roda dua mendongrak kreativitas para bikers utk menyalurkan hobinya..Baik dalam modification ataupun Turing.ataupun sekedar hangout..
    Namun perlu diingat & dipertimbangkan nilai yg terkandung didalamnya
    1.Solidarity
    2.humanity
    3.unity
    Tidak melihat & menilai warna kulit & jenis motor,brp jumlah pin/stiker yg tertempel di motor ato di rompi atau yang lainnya..
    Tapi…
    Disatukan 3 hal di atas,karena semua bikers adalah sama..Sama penggila aspal sama pencinta kebebasan menunggangi kuda besi…
    So keep rollin…Start your engine&enjoy your lifetime..keep brotherhood

    Wassalam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *